Latar Belakang

Kota Lawang yang berjarak 19 km sebelah utara kota Malang, mempunyai ketinggian 450 meter dari permukaan laut dikelilingi Gunung Arjuna sebelah barat dan Gunung Semeru sebelah timurnya merupakan pintu masuk ke arah Singosari dari arah Surabaya dengan udara yang sejuk dan Asri dengan pohon-pohon Trembesi yang sudah berusia puluhan bahkan mungkin lebih dari seratus tahun, namun berdiri kokoh ditepi sepanjang jalan-jalan di kota Lawang, namun kini tinggal beberapa buah pohon yang tinggal.

Sejak jaman penjajahan Belanda, Lawang merupakan sebuah kota kecil yang diperuntukkan sebagai daerah peristirahatan sehingga tidak mengherankan bila sampai saat ini masih banyak ditemui bangunan kuno dengan konstruksi khas arsitektur Belanda yang tersebar di beberapa tempat, mulai dari utara yaitu daerah Tawang sari Asrama (Asrama PM), di jalan Dr. Soetomo (Hotel Niagara)

Sebelah utara Pasar Lawang, terdapat banyak bangunan kuno yang sudah dirobohkan karena tidak terawat atau sudah berubah fungsi dan bentuk sehingga kehilangan keaslian bangunannya, di antaranya Gereja Advent, dahulu merupakan rumah tinggal.

Di Jalan Argo Tunggal, terdapat Sekolah Dasar Khatolik St. Fransiskus yang sudah bediri, Di daerah Ngamarto yang berdekatan dengan stasiun Kereta Api

Di kawasan permukiman yang terletak di pusat Kota Lawang, tepatnya di belakang Stasiun Kereta Api Lawang, kondisi beberapa bangunan rumah tinggal Ngamarto kurang terpelihara dengan baik.

Perkembangan kota kurang tertata dengan baik dari awal menyebabkan situasi menjadi semrawut dan terkesan kumuh dan menimbulkan masalah dalam penataan tata ruang.

Hal-hal tersebut menimbulan keprihatinan kami sebagai warga Asli kota Lawang dan menginginkan perbaikan untuk kemajuan kota Lawang nantinya.

Profil

Visi

Misi